SEKILAS INFO

     » Motto : Pelayanan Cepat, Tepat dan Murah      » Selamat hari Raya Idul adha 1438 H Tahun 2017      » Misi:Meningkatkan Peranan Bidang Transportasi Dalam Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Dalam Berb      » KANTOR : JL. P. SUDIRMAN NO. 50 MEJAYAN TLP/ FAX ( 0351 ) 383903/ 388293      » Visi:Mewujudkan Pelayanan Transportasi Berkualitas Berbasis Teknologi Untuk Mendukung Kesejahteraan
Senin, 18 April 2016 - 10:38:40 WIB
LAKIP 2015

Diposting oleh : Administrator
Kategori: SEKRETARIAT - Dibaca: 107 kali

 KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun 2015 dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu tanpa adanya suatu kendala yang berarti. Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi ini dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas pokok dan fungsi dari Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi serta pengelolaan dari sumber daya yang tersedia dengan berdasarkan system akuntabilitas yang memadai. Selanjutnya diharapkan dengan penyusunan Buku Laporan Kinerja ini dapat dijadikan sebagai alat pengendali, sarana untuk menilai kualitas kinerja dan sebagai media komunikasi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat yang pada akhirnya mampu menjadi pendorong bagi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi untuk menuju Good Governance. Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi ini masih jauh dari sempurna, maka sangat diharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak guna perbaikan dan penyempurnaan yang lebih baik di masa mendatang. Demikian Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi ini semoga bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya bagi lingkup Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

                                                                                                                Mengetahui, Februari 2016

                                                                                   KEPALA DINAS PERHUBUNGAN INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI

                                                                                                                  KABUPATEN MADIUN

 

 

 

                                                                                                                   KURNIA AMINULLOH

                                                                                                                       Pembina Tk I

                                                                                                             NIP. 19700702 199003 1 001

 

 

D A F T A R I S I

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………….......................................... i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………............................................ ii

IKHTISAR EKSEKUTIF................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………........................................... 1

A. Latar Belakang........................................................................................ 1

B. Maksud dan Tujuan ......................................... ……………………........................ 2

C. Kelembagaan dan Aparatur ........................……………………….............................. 2

D. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) ................…………………............................ 6

E. Isu Strategis/Permasalahan Utama .............................................................. 7

BAB II PERENCANAAN KINERJA ………......................……….................................... 10

A. Rencana Strategis……………………………………………................................................. 10

1. Visi ..................................................................................................... 10

2. Misi ..................................................................................................... 11

3. Tujuan dan Sasaran ................................................................................. 13

4. Cara Pencapaian Tujuan dan Sasaran ........................................................... 13

5. Indikator Kinerja Utama ............................................................................ 15

B. Perjanjian Kinerja Tahun 2015 .................................................................... 16

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ……………………………………....................................... 18

A. Capaian Kinerja ............................................................................. ………… 18

A.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 ................................................ 19

A. 2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Per Sasaran ........... ............................. 20

B. Analisis Efisiensi ...................................................................................... 31

BAB IV PENUTUP ………………………………………………………............................................... 35

A. Capaian Kinerja Dinas Perhubungan dan Infokom …………..................................... 35

B. Permasalahan dan Strategi Pemecahan Masalah ………………................................... 36

Lampiran 1 Form Rencana Strategis 2013-2018

Lampiran 2 Form Rencana Kinerja Tahun 2015

Lampiran 3 Form Perjanjian Kinerja Tahun 2015

Lampiran 4 Form Pengukuran Kinerja Sasaran IKHTISAR EKSEKUTIF

            Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program dan kegiatan yang termaktub dalam Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI),

Visi Misi dan Renstra Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi.

Dalam rangka itu maka diperlukan pengembangan dan penerapan bentuk pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate guna mewujudkan pembangunan yang berdayaguna dan berhasil guna serta bertanggung jawab.

Dengan sistem pertanggungjawaban yang baik maka akan dapat mendukung terciptanya Good Governance yang menjadi prasyarat utama bagi Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dalam Laporan ini materi utama yang disampaikan adalah pertanggungjawaban kinerja dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun selama kurun waktu 1 (satu) tahun yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Dimana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan unsur-unsur personil, anggaran dan peralatan. Adapun rincian pencapaian indikator kinerja yang telah dicapai oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Tahun 2015 sebagai berikut : No Sasaran Strategis / Indikator Kinerja Tahun 2015 Target 2015 Realisasi 2015 % Realisasi Meningkatnya sarana dan prasarana Perhubungan 1 Prosentase Rambu terpasang : Rambu Traffic Light Warning Ligt Marka Guardrail 78,02 70 92,16 96,06 43,75 71,87 85 115,70 94,85 45 92,12 121,43 125,54 98,74 102,86 2 Jumlah Halte yang tersedia 70,83 70,83 100 Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas 3 Rasio ijin trayek 0,00009737 0,00007090 72,81 4 Jumlah arus penumpang angkutan umum ( orang ) 279.200 3.190.120 1.142,90 5 Prosentase kendaraan yang layak jalan (%) 102,01 100,26 98,29 6 Jumlah kecelakaan lalu lintas ( kasus ) 579 405 7 Jumlah uji KIR angkutan umum ( unit ) 4.205 4.266 101,45 Meningkatnya fasilitas LLAJ yang memadai 8 Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor (PKB) 1 1 100 9 Jumlah terminal Bis 1 1 100 10 Angkutan Darat 3,92 0,63 16,07 11 Jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum 279.200 3.190.120 1.142,90 Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan pembangunan nasional dan Pemda 12 Pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui: Media massa radio (LPPL Puroboyo FM) Setiap hari Setiap hari 100 Media baru/online (Website) Setiap hari Setiap hari 100 Media tradisional pertunjukan rakyat (Ketoprak) 12x 3x 25 Media interpersonal sarasehan 12x 3x 25 Media luar ruang buletin (Warta Madiun) 12x 0 0 13 Pameran Expo 1 1 100 Pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) 14 Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan 100 100 100 15 Prosentase penyelesaian pengaduan ( Lempung Dumas ) 100 100 100 Realisasi capaian kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun ada yang dapat tercapai dan tidak tercapai. Hal ini diukur dengan membandingkan antara realisasi kinerja dengan target kinerja yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja tahun 2015. Tentunya beberapa indikator kinerja yang tidak tercapai akan menjadi bahan evaluasi tersendiri untuk berusaha lebih baik di tahun mendatang.

                                                                                             LAMPIRAN

A. LATAR BELAKANG

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dibuat dalam rangka desentralisasi, mengatur Otonomi Daerah dan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada Pemerintah Daerah dalam mengelola sumberdaya dan kekayaan alam yang ada dan sebagai pendorong untuk lebih mandiri dan melakukan inovasi guna kemajuan dan kesejahteraan yang diharapkan. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang selanjutnya ditegaskan dengan dibuatnya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999. Pada hakekatnya mengandung tiga paradigma baru dalam penyelenggaraan pemerintahan Indonesia, yaitu demokratisasi, pemberdayaan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan berimplikasi terhadap semakin luasnya kewenangan Pemerintah Kabupaten Madiun. Dalam pemahaman ke depan, ketiga paradigma tersebut diharapkan menjadi landasan untuk mewujudkan suatu pemerintah daerah yang bercirikan “Good Governance” yang lebih berdaya saing, terbuka dan demokratis dengan aparatur negara yang bersih, profesional dan bertanggung jawab dalam masing-masing bidangnya sehingga mendorong terwujudnya masyarakat yang sejahtera sebagai bagian dari tujuan pembangunan itu sendiri. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, guna mengatur dan mengelola kepentingan masyarakat dimaksud diperlukan dukungan aparatur yang professional, adaptik, responsif dan pembiayaan yang memadai, sarana prasarana yang lengkap dengan organisasi dan manajemen yang kondusif di tingkat daerah.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun 2015 ini disusun dengan maksud sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sebagaimana telah diubah dengan Permenpan RB nomor 53 Tahun 2014.

Tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2015 adalah :

1)  Mempertanggungjawabkan kinerja/ pencapaian tujuan dan sasaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Madiun kepada pihak‐pihak yang berkepentingan (stakeholders) guna mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).

2) Memberikan umpan balik sebagai bahan evaluasi dalam rangka penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

C. KELEMBAGAAN DAN APARATUR

1. Tugas Pokok Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi.

Dalam melaksanakan tugasnya Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun mempunyai kewenangan yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Madiun Nomor 45 Tahun 2011 tentang Tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun. Adapun Tugas Pokok Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi adalah : Melaksanakan urusan Rumah Tangga Pemerintah Daerah dalam bidang Perhubungan, serta bidang Informatika dan Komunikasi berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

2. Fungsi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi.

Adapun Fungsi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan administrasi dan koordinasi. - Perencanaan segala kegiatan yang berupa pengumpulan data, pengelolaan, penilaian ( Evaluasi ) dan perencanaan untuk pelaksanaan tugas. - Pelaksanaan berupa tindakan atau usaha untuk melaksanakan kebijaksanaan yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. - Pembinaan adalah usaha ke arah peningkatan pada transportasi yang aman, lancar dan terjangkau. - Pengawasan atau pengendalian serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pokok sesuai Peraturan Perundangan yang berlaku. - Administrasi merupakan usaha atau kegiatan di bidang ketatausahaan, kepegawaian, perlengkapan, keuangan, serta pelaporan. - Koordinasi segala usaha untuk mengadakan kerjasama dengan instansi terkait demi kelancaran tugas Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi.

3. Struktur Organisasi.

Berdasarkan Perda Kabupaten Madiun Nomor 13 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Madiun, tanggal 8 Nopember 2011,

Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas

2. Sekretaris dibantu :a. Kepala Sub Bagian Umum ;

                             b. Kepala Sub Bagian Keuangan ;

                             c. Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan.

3. Kepala Bidang Lalu Lintas dibantu : a. Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas ;

                                                  b. Kepala Seksi Bimbingan, Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas ;

4. Kepala Bidang Angkutan dibantu : a. Kepala Seksi Angkutan Orang ;

                                                b. Kepala Seksi Angkutan Barang dan Khusus.

5. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dibantu : a. Kepala Seksi Terminal ; b. Kepala Seksi Perparkiran ;

6. Kepala Bidang Informatika dan Komunikasi a. Kepala Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Informatika ;

                                                            b. Kepala Seksi Sarana Informasi ;

                                                            c. Kepala Seksi Pemberdayaan dan Penyelenggaraan Komunikasi ;

7. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional yang dimaksud disini adalah penguji yang bertugas melaksanakan proses pemeriksaan kendaraan uji yang diujikan di Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Madiun, yang berjumlah 6 orang.

Bagan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi adalah sebagai berikut :

D. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Secara operasional, Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun didukung sumber daya manusia sebanyak 107 (seratus tujuh) orang yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), 5 (lima) orang tenaga honorer dan 75 (tujuh puluh lima) petugas parkir.

Rincian data PNS dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.

1. Jumlah Pegawai Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Berdasarkan Pangkat/golongan dan Tingkat pendidikan. No. Uraian Pendidikan Jumlah Pangkat/ Golongan SD SMP SMA D3 D2 S1 S2

1. Juru Muda (Ia) Juru Muda Tingkat I (Ib) Juru (Ic) 1 1 Juru Tingkat I (Id) 6 6

2. Pengatur Muda (IIa) 1 6 7 Pengatur Muda Tingkat I (IIb) 44 44 Pengatur (IIc) 10 2 12 Pengatur Tingkat I (IId) 1 1

3. Penata Muda (IIIa) 4 4 Penata Muda Tingkat I (IIIb) 3 1 6 10 Penata (IIIc) 2 1 2 1 6 Penata Tingkat I (IIId) 2 5 7 4. Pembina (IVa) 1 1 2 Pembina Tingkat I (IVb) 2 1 3 Pembina Utama Muda (IVc) 1 1 Pembina Utama Madya (IVd) JUMLAH 107

Sedangkan sarana prasarana yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2 Jumlah Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi No. Sarana dan Prasarana Yang Digunakan Jumlah

1. Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor

1 2. Studio Siaran LPPL Puroboyo FM

1 3. Terminal Penumpang Tipe B dan C 2 4 Komputer 12 5. Notebook/Laptop 4 6. M-CAB 1 7. Kendaraan Operasional Roda 4 4 8. Kendaraan Operasional Roda 2 19 E.

ISU STRATEGIS/PERMASALAHAN UTAMA

Perubahan Paradigma Kewenangan Terkait Perubahan Perundangan : Undang – undang No 14 Tahun 1992 sebagai dasar hukum penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Indonesia telah dilakukan perubahan pada bulan Juni 2009 menjadi UU No.22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Dengan adanya perubahan subtansi undang-undang tersebut sangat berpengaruh terhadap koridor penanganan dan penyelenggaraan LLAJ di daerah khususnya adanya perubahan paradigma kewenangan antara Pihak Kepolisian dengan Pihak Dinas Perhubungan. Dinas perhubungan dibatasi kewenangannya dalam penyediaan sarana dan prasarana lalu lintas dan pengendalian keselamatan lalu lintas, sedangkan kewenangan Kepolisian adalah pada segi teknis pengamanan dan pengaturan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Selanjutnya program yang dapat mendukung penyediaan sarana prasarana lalu lintas adalah Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas yang diwujudkan dengan pengadaan rambu-rambu, marka jalan dan pemeliharaan rambu-rambu lalu lintas.

Program Pelayanan Angkutan diwujudkan dengan sosialisasi/penyuluhan ketertiban lalu lintas dan pembinaan sopir/juru mudi awak kendaraan umum teladan. Pencapaian kinerja pelayanan bidang perhubungan yang belum optimal :

a) Sumber daya aparatur petugas yang masih terbatas, khususnya yang mempunyai kualifikasi khusus di bidang perhubungan khususnya di bidang LLAJ;

b) Adanya keterbatasan dana dan kewenangan dari dinas Perhubungan mengakibatkan terhambatnya penyediaan SDM petugas perhubungan yang profesional;

c) Belum lengkapnya ketersediaan perlengkapan jalan dan fasilitasi lalu lintas seperti rambu, marka, pengaman jalan, dan RPPJ, sehingga masih belum cukup mendukung kelancaran, ketertiban, keamanan serta pengawasan pergerakan lalu lintas;

d) Belum adanya dukungan dana yang memadai untuk melengkapi sarana dan prasarana perhubungan yang masih terbatas baik dalam kuantitas maupun kualitas;

e) Dana pendukung operasional petugas untuk pengawasan dan pengendalian di jalan yang belum mencukupi;

f) Sosialisasi ketentuan peraturan perundang‐undangan bidang perhubungan yang belum optimal;

g) Terbatasnya sarana mobilitas petugas sebagai upaya penegakkan peraturan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan;

BAB II

PERENCANAAN KINERJA Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif , efisien dan akuntabel, Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdapat pada :

A. Renstra Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun 2013 – 2018;

B. Penetapan Kinerja Tahun 2015 A. RENCANA STRATEGIS Perencanaan Strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu waktu 1 s/d 5 tahun ke depan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang mungkin timbul.

Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi sebagai instansi teknis yang memiliki tugas pokok dan fungsi dalam pelayanan bidang perhubungan dan infokom menjabarkan visi dan misi yang ingin dicapainya ke dalam rencana strategis.

Dimana rencana strategis tersebut dibuat dengan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dan kekuatan sumber daya yang dimiliki dan tidak terlepas dari rumusan kebijakan yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018.

Sehingga rencana strategis Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi merupakan bagian integral dari RPJMD Pemerintah Kabupaten Madiun. Rencana strategis Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi dirumuskan dengan menitikberatkan pada sasaran yang ingin dicapai dalam sedikitnya 5 (Lima) tahun yang telah berjalan.

Adapun Rumusan Rencana Strategis Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi dapat dilihat pada lampiran

1 Form Rencana Strategis 2013-2018.

Visi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai instansi yang membidangi urusan perhubungan dan informatika komunikasi, dengan memperhatikan kemauan dari pihak-pihak yang bersangkutan dan menilai strategi yang berpengaruh serta menyelaraskan dengan tuntutan peran dan kemampuan sumber daya organisasi yang dimiliki, maka Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun merumuskan Visi sebagai berikut :

“Terwujudnya masyarakat sejahtera melalui pelayanan perhubungan dan informatika komunikasi yang handal dan berdaya saing“. Rumusan visi tersebut dapat dijelaskan dimana :

1. Sejahtera adalah suatu keadaan dimana semua lapisan masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya di bidang sosial, ekonomi dan budaya, terutama bidang pangan, sandang, papan secara merata serta memiliki rasa aman dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah sehingga menikmati kehidupan yang lebih bermutu dan maju, serta memiliki pilihan yang luas dalam kehidupannya.

2. Pelayanan perhubungan adalah segala bentuk pelayanan jasa di bidang perhubungan yang diberikan kepada masyarakat, yang meliputi transportasi darat, laut, dan udara. Untuk Kabupaten Madiun hanya ada pelayanan transportasi darat. Pelayanan informatika dan komunikasi adalah segala bentuk pelayanan di bidang informatika dan komunikasi.

3. Handal adalah mencakup keselamatan, kelancaran, keamanan, tepat waktu, terpelihara dalam mencukupi kebutuhan masyarakat dan menjangkau seluruh pelosok pedesaan untuk mendukung pembangunan daerah.

4. Berdaya saing adalah efektif, efisien, harga terjangkau, ramah lingkungan dan berkelanjutan didukung oleh sumber daya manusia yang professional, mandiri dan produktif. Misi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, setiap instansi pemerintah harus mempunyai misi yang jelas, karena misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penerapan strategi yang dipilih.

Adapun Misi Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi dirumuskan sebagai berikut :

1. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, baik aparatur maupun masyarakat di bidang perhubungan dan informatika komunikasi;

2. Meningkatkan sarana prasarana perhubungan yang memadai;

3. Meningkatkan peran bidang perhubungan dalam mendukung pembangunan/pengembangan wilayah, pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya;

4. Mewujudkan pelayanan informatika dan komunikasi yang berbasis teknologi;

5. Menyelenggarakan diseminasi informasi seluas-luasnya kepada masyarakat.

Sedangkan rumusan Misi adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, baik aparatur maupun masyarakat adalah peningkatan sumber daya manusia yang menuju kepada profesionalitas aparatur guna memberikan pelayanan perhubungan yang berkualitas. Sedangkan peningkatan sumber daya masyarakat adalah upaya untuk menciptakan masyarakat yang berkualitas di bidang perhubungan dan informatika komunikasi. Yaitu masyarakat yang sadar berlalu lintas guna mewujudkan lalu lintas yang selamat, lancar dan terkendali serta masyarakat yang cerdas dalam menggali, menerima dan menggunakan teknologi informatika dan komunikasi.

2. Meningkatkan sarana prasarana perhubungan yang memadai adalah suatu upaya untuk menyediakan sarana prasarana transportasi yang memadai, menyediakan pelayanan administrasi perkantoran yang efektif dan efisien untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau bagi pengguna jasa transportasi.

3. Meningkatkan peran bidang perhubungan dalam mendukung pembangunan/pengembangan wilayah, pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya adalah suatu bentuk partisipasi aktif mendukung pembangunan secara menyeluruh melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastuktur perhubungan serta penggalian sumber pendapatan sektor perhubungan guna memberi kemudahan akses transportasi kepada masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan mayarakat.

4. Mewujudkan pelayanan informatika dan komunikasi yang berbasis teknologi adalah memberikan pelayanan informatika dan komunikasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi modern yang ada, menggunakan fasilitas informatika dan komunikasi secara optimal, membuka peluang kreatifitas dan inovasi yang berdasarkan kearifan lokal guna menuju masyarakat yang informatif dan cerdas.

5. Diseminasi informasi adalah penyebaran informasi secara timbal balik dari Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota kepada masyarakat baik diminta maupun tidak diminta yang dapat dilakukan melalui media massa maupun bentuk media komunikasi lainnya dan/atau lembaga-lembaga komunikasi masyarakat. Jadi yang dimaksud menyelenggarakan diseminasi informasi seluas-luasnya kepada masyarakat adalah suatu upaya memberikan informasi pembangunan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi, baik elektronik maupun non elektronik, menciptakan komunikasi dua arah yang mengarah pada peran serta masyarakat dalam pembangunan dengan memanfaatkan Lembaga Penampung Pengaduan Masyarakat ( Lempung Dumas ), sehingga kebutuhan masyarakat akan informasi dan komunikasi dapat terpenuhi dengan baik guna terwujudnya masyarakat sejahtera di bidang informatika dan komunikasi.

1. Tujuan dan Sasaran Selanjutnya Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi menerapkan visi dan misinya melalui beberapa tujuan dan sasaran guna mencapai kinerja yang ingin diraih. Dimana sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dicapai.

Sasaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi yang telah ditetapkan yaitu :

1. Meningkatnya sumber daya manusia aparatur bidang perhubungan dan informatika komunikasi yang profesional;

2. Terwujudnya sumber daya masyarakat yang memahami dan mentaati peraturan lalu lintas dan cerdas dalam menggali dan menerima informasi; 3. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran yang efektif dan efisien;

4. Meningkatnya fasilitas LLAJ yang memadai;

5. Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas;

6. Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan;

7. Meningkatnya fasilitas pendukung pemungutan retribusi bidang perhubungan;

8. Meningkatnya teknologi informatika dan komunikasi yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat;

9. Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan pembangunan Nasional dan Pemerintah Daerah.

2. Cara Pencapaian Tujuan dan Sasaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi telah menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapainya guna memperoleh kinerja yang diharapkan. Untuk mencapai kinerja yang dimaksud maka perlu dirumuskan langkah-langkah strategis yang menindaklanjuti penerapan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara nyata melalui kebijakan-kebijakan. Kebijakan itu sendiri pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait dan ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman aparatur pemerintah ataupun masyarakat untuk mencapai tujuan.

Adapun langkah-langkah strategis yang dirumuskan adalah :

1. Mengikutsertakan SDM aparatur pada diklat bidang perhubungan dan informatika komunikasi.

2. Mengadakan sosialisasi dan pembinaan bidang perhubungan dan informatika komunikasi kepada masyarakat.

3. Mengoptimalkan sarana prasarana perkantoran yang tersedia untuk peningkatan pelayanan administrasi.

4. Mengoptimalkan SDM yang ada sesuai kompetensi yang dimiliki guna menunjang pelayanan administrasi perkantoran.

5. Mengoptimalkan anggaran yang ada untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana perhubungan.

6. Mengoptimalkan SDM yang ada untuk pelayanan bidang perhubungan.

7. Mengoptimalkan bantuan fisik dan anggaran dari Pusat dan Provinsi untuk pengadaan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan.

8. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihak kepolisian, Dispenda Propinsi dan SKPD terkait lainnya untuk peningkatan perolehan PAD sektor perhubungan.

9. Mengoptimalkan sarana prasarana yang dimiliki untuk melayani kebutuhan masyarakat di bidang informatika dan komunikasi.

10. Menyelenggarakan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui berbagai media secara efektif dan berimbang.

Selanjutnya langkah strategis dan kebijakan yang telah ditetapkan tersebut dituangkan dalam program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi. Program dalam hal ini merupakan kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam hal ini Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi, dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam pencapaian tujuan dan sasarannya, Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi memiliki 14 (empat belas) program dan dijabarkan dalam 36 (tiga puluh enam) kegiatan. Adapun 14 (empat belas) Program Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi, meliputi :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

6. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

7. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

8. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

9. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

10. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

11. Program Peningkatan Kelaikan Kendaraan Bermotor

12. Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa 1

3. Program Fasilitasi Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi

14. Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media 3.

Indikator Kinerja Utama (IKU) Indikator Kinerja Utama ( IKU ) merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi. Tujuan penetapan IKU di Lingkungan Instansi Pemerintah adalah untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik dan untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.

Pemilihan dan Penetapan Indikator Kinerja Utama harus memenuhi karakteristik indikator kinerja yang baik dan cukup memadai guna pengukuran kinerja unit organisasi yang bersangkutan yaitu : spesifik, dapat dicapai , relevan , menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur dan dapat dikuantifikasi dan diukur. Indikator Kinerja Utama disusun untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam melakukan manajemen kinerja secara baik dan memperoleh ukuran keberhasilan yang digunakan bagi perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja serta berfungsi untuk memperjelas apa, berapa dan bagaimana kemajuan pelaksanaan kegiatan/program dan kebijakan, menciptakan konsensus yang dibangun oleh berbagai pihak terkait dan membangun dasar bagi pengukuran, analisis dan evaluasi kinerja.

Sedangkan Indikator Kinerja ( IK ) merupakan indikator diluar Indikator Kinerja Utama ( IKU ) yang dilaksanakan sebagai pendukung Indikator Kinerja Utama. Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun menetapkan IKU dan IK sebagai berikut ;

Tabel II.1 Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja (IK) Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET KET.

(1) (2) (3) (4) (5) 1 Meningkatnya SDM aparatur bidang perhubungan dan informatika komunikasi yang prefesional a. SDM bidang terminal 1 IK b. SDM bidang pengujian kendaraan bermotor (PKB) 0 IK c. SDM bidang MRLL, pengelolaan parkir 2 IK 2 Meningkatnya fasilitas pendukung pemungutan retribusi bidang perhubungan

a. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan 0.003779 IK NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET KET.

3 Meningkatnya fasilitas LLAJ yang memadai  

      a. Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor (PKB) 1 IK

      b. Jumlah terminal Bis 1 IK

      c. Angkutan Darat 3,92 IKU d.

Jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum 437.360 IK 4 Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas

a. Rasio ijin trayek 1,016E-05 IKU

b. Jumlah arus penumpang angkutan umum ( orang ) 437,360 IK

c. Prosentase kendaraan yang layak jalan (%) 102,01 IKU

d. Jumlah kecelakaan lalu lintas ( kasus ) 901 IK

e. Jumlah uji KIR angkutan umum ( unit ) 4.205 IK

5 Meningkatnya sarana prasarana perhubungan

a. Prosentase Pemasangan rambu - rambu - Rambu - rambu 78.02 IKU - Traffic light 70 IKU - Warning light 92.16 IKU - Marka 96.06 IKU - Guard rail 43.75 IKU

b. Tersedianya halte 70.83 IK

c. Jumlah orang / barang melalui terminal per tahun 19.360 IK 6

Meningkatnya teknologi informatika dan komunikasi yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat

a. Jumlah jarigan komunikasi 157 IK

b. Rasio wartel/warnet terhadap penduduk 0,1188 IK

c. Prosentase penduduk yang menggunakan Hp/ telepon 46,94 IK 7

Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan program - program Pemerintah Daerah

a. Pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui: - Media massa radio 12X IKU - Media baru/online website Setiap Hari IKU - Media tradisional pertunjukan rakyat 6X IKU - Media interpersonal sarasehan 12X IKU - Media luar ruang buletin Warta Madiun 24X IKU

b. Pameran Expo 1X IKU c. Pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) - Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan 100% IKU - Prosentase penyelesaian pengaduan ( Lempung Dumas ) 100% IKU

B. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015

Dalam Laporan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi ini telah disusun Rencana Strategis dan Rencana Kinerja yang ingin dicapai oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi. Selanjutnya guna mewujudkan sasaran strategis yang telah ditetapkan maka dijabarkan dalam program dan kegiatan yang dalam pelaksanaannya didukung oleh ketersediaan anggaran yang bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Madiun. Program/kegiatan dimaksud diharapkan menjadi sarana implementasi dan tolok ukur dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Keberhasilan program/kegiatan akan mencerminkan keberhasilan sasaran yang ada. Penetapan Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi dapat dilihat pada Lampiran. Dari penetapan Kinerja tersebut dapat dikaitkan dengan Tujuan dan Sasaran pada RENSTRA Dinas Perhubungan dan Informatika Komunikasi.

Pada Tabel 2.1 akan disajikan keterkaitan antara tujuan, sasaran, indikator kinerja dan target yang akan dicapai pada tahun 2015.

Tabel 2.1 Keterkaitan antara Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja Tahun 2015

Tujuan 1 : Meningkatkan sarana prasarana transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau NO SASARAN INDIKATOR KINERJA RUMUS TARGET 1 Meningkatnya fasilitas LLAJ yang memadai a. Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor (PKB) Jumlah pelayanan PKB 1 b Jumlah terminal Bis Jumlah terminal tipe B 1 c Angkutan Darat Jumlah angkutan darat 1 tahun / Jumlah penumpang 1 tahun 3,92 d Jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum Jumlah orang terangkut angkutan umum 1 tahun 437.360 2 Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas a Rasio ijin trayek Jumlah ijin trayek 1 tahun / Jumlah penduduk 1 tahun 1,016E-05 b Jumlah arus penumpang angkutan umum ( orang ) Jumlah penumpang 1 tahun 437,360 c Prosentase kendaraan yang layak jalan (%) Jumlah kendaraan lulus uji / Jumlah kendaraan wajib uji x 100% 102,01 d Jumlah kecelakaan lalu lintas ( kasus ) Jumlah kasus laka lantas 1 tahun 901 e Jumlah uji KIR angkutan umum ( unit ) Jumlah kendaraan lulus uji 1 tahun 4.205

Tujuan 2 : Meningkatkan infrastruktur perhubungan 1 Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan

a Prosentase Pemasangan rambu - rambu Jumlah rambu terpasang / Jumlah rambu yang harusnya tersedia x 100% - Rambu - rambu 78.02 - Traffic light 70 - Warning light 92.16 - Marka 96.06 - Guard rail 43.75

b Tersedianya halte Jumlah halte yang diadakan / Jumlah halte yang harusnya tersedia x 100% 70.83

c Jumlah orang / barang melalui terminal per tahun Jumlah orang melalui terminal 1 tahun 19.360

Tujuan 3 : Mewujudkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan pembangunan melalui media informatika dan komunikasi 1 Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan pembangunan nasional dan Pemda

a Pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui: Jumlah pelaksanaan diseminasi informasi melalu media - Media massa radio (LPPL Puroboyo FM) 12X - Media baru/online (Website) Setiap Hari - Media tradisional pertunjukan rakyat (Ketoprak) 12X - Media interpersonal sarasehan 12X - Media luar ruang buletin (Warta Madiun) 24X - Pameran Expo 1X

b Pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) - Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan Jumlah kecamatan yang memiliki KIM / Jumlah kecamatan 1 Kab x 100% 100% c Prosentase penyelesaian pengaduan ( Lempung Dumas ) Jumlah pengaduan yang terselesaikan / Jumlah pengaduan yang terdokumentasi x 100% 100%

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA

Capaian Kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi tahun 2015 adalah informasi tentang hasil pelaksanaan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan kinerja yang dicapai. Adapun pengukuran kinerja didasarkan pada sasaran yang telah ditetapkan, dimana sasaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi pada dasarnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kebutuhan jasa Perhubungan dan jasa Informatika dan Komunikasi. Sasaran ini merupakan aplikasi dari penerapan pengelolaan administrasi dan dukungan operasional perkantoran guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok. Dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun maka perlu didukung oleh sistem administrasi perkantoran yang tepat dan ketersediaan sarana prasarana operasional perkantoran yang efektif. Dan untuk penjabarannya diuraikan dalam 12 (dua belas) program dan 36 (tiga puluh enam) kegiatan yang tersebar pada masing-masing bidang yaitu Sekretariat, Bidang Angkutan, Bidang Sarana Prasarana, Bidang Lalu Lintas dan Bidang Informatika dan Komunikasi. Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian sasaran serta program/kegiatan digunakan nilai yang disertai makna dari nilai tersebut, yaitu:

Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Kinerja No Interval Nilai Realisasi Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja Kode 1 100% ≤ TercapaiTarget 2 ≤ 100% Tidak tercapai target

A.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 Pengukuran target kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan akan dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Kriteria penilaian yang diuraikan dalam Tabel 3.1 selanjutnya akan dipergunakan untuk mengukur kinerja Dinas Perhubungan dan Infokom untuk tahun 2015. Pencapaian Penetapan Kinerja Pemerintah Kabupaten Madiun tahun 2015 secara ringkas ditunjukkan oleh tabel berikut ini :

Tabel 3.2 Tabel Capaian Indikator Kinerja Tahun 2015 No Sasaran Strategis / Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Target Akhir RPJMD (2018) Capaian s/d 2015 thd 2018 (%) Target 2015 Realisasi 2015 % Realisasi Meningkatnya sarana dan prasarana Perhubungan 1 Prosentase Rambu terpasang : Rambu Traffic Light Warning Ligt Marka Guardrail 66,81 60 96,08 94,79 35 78,02 70 92,16 96,06 43,75 71,87 85 115,70 94,85 45 92,12 121,43 125,54 98,74 102,86 100 100 100 98,83 100 71,87 85 115,70 95,97 45 2 Jumlah Halte yang tersedia 70,83 70,83 70,83 100 75 70,83 Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas 3 Rasio ijin trayek 0,00008186 0,00009737 0,00007090 72,81 0,00007704 92,03 4 Jumlah arus penumpang angkutan umum ( orang ) 5.091.750 279.200 3.190.120 1.142,90 482.257 661,50 5 Prosentase kendaraan yang layak jalan (%) 98,75 102,01 100,26 98,29 102,02 96,34 6 Jumlah kecelakaan lalu lintas ( kasus ) 362 579 405 70 422 95,97 7 Jumlah uji KIR angkutan umum ( unit ) 3.820 4.205 4.266 101,45 4.798 88,91 Meningkatnya fasilitas LLAJ yang memadai 8 Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor (PKB) 1 1 1 100 1 100 9 Jumlah terminal Bis 1 1 1 100 1 100 10 Angkutan Darat 15,90 3,92 0,63 16,07 4,57 13,79 11 Jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum 5.091.750 279.200 3.190.120 1.142,90 482.257 661,50 Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap informasi dan pembangunan nasional dan Pemda 12 Pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui: Media massa radio (LPPL Puroboyo FM) Setiap hari Setiap hari Setiap hari 100 Setiap hari 100 Media baru/online (Website) Setiap hari Setiap hari Setiap hari 100 Setiap hari 100 Media tradisional pertunjukan rakyat (Ketoprak) 9x 12x 3x 25 12x 25 Media interpersonal sarasehan 12x 12x 3x 25 12x 25 Media luar ruang buletin (Warta Madiun) 24x 12x 0 0 12x 0 13 Pameran Expo 0 1 1 100 1 100 Pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) 14 Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan 100 100 100 100 100 100 15 Prosentase penyelesaian pengaduan ( Lempung Dumas ) 100 100 100 100 100 100 A.2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Per Sasaran Pengukuran capaian kinerja Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun tahun 2015 digunakan untuk mengetahui keberhasilan Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun dalam melaksanakan program dan kegiatan selama 1 (satu) tahun anggaran. Indikator kinerja yang digunakan adalah indikator kinerja sasaran, yang dirumuskan dalam Rencana Strategis Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun tahun 2013-2018. Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2015, diukur dengan membandingkan nilai indikator kinerja sasaran antara realisasi dengan target, yang ditampilkan dalam bentuk persentase (%). Adapun pencapaian hasil pelaksanaan dan pengelolaan anggaran tersebut diuraikan pada masing-masing sasaran yang ditetapkan. Sehingga dapat diukur capaian kinerja yang telah diraih pada tahun 2015 ini. Secara garis besar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahun 2015, telah dapat dicapai oleh Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun. Selanjutnya pencapaian kinerja tahun 2015 akan dijelaskan menurut sasaran-sasaran strategis sebagai berikut : Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2013 Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Target Akhir RPJMD (2018) Capaian s/d 2015 thd 2018 (%) Target Realisasi % Realisasi Prosentase Rambu terpasang : -Rambu -Traffic Light -Warning Ligt -Marka -Guardrail 98 60 104,88 98,78 20 66,81 60 96,08 94,79 35 78,02 70 92,16 96,06 43,75 71,87 85 115,70 94,85 45 92,12 121,43 125,54 98,74 102,86 100 100 100 98,83 100 71,87 85 115,70 95,97 45 Jumlah Halte yang tersedia Ketersediaan rambu-rambu yang dimaksud disini adalah rambu yang bersuar dan tidak bersuar. Adapun rambu yang bersuar meliputi warning light dan traffic light, sedangkan yang tidak bersuar meliputi di dalamnya adalah rambu ukuran 75 Cm, RPPJ (Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan), Marka Jalan dan Guard Rail. Berdasarkan hasil pengukuran Sasaran 1 pada Tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa target yang telah tercapai dan tidak tercapai. Target yang telah tercapai adalah pengadaan halte, traffic light, warning light dan guardrail. Sedangkan yang tidak tercapai adalah pengadaan rambu dan marka.

Realisasi Pengadaan Traffic Light 2015 sebanyak 4 Unit, yaitu :

1. Perempatan Gang Songo

2. Perempatan Pasar Dolopo

3. Pertigaan Telkom Mejayan

4. Pertigaan Bajulan Saradan

Pengadaan Warning Light 2015 sebanyak 12 unit yaitu :

1. Pertigaan Ngepeh Mejayan

2. Pertigaan Kaliabu Mejayan

3. Pertigaan Nglames Madiun

4. Pertigaan Kleco Mejayan

5. Pertigaan Sumur Bor Sawahan

6. Pertigaan Tulung Saradan

7. Pertigaan Dimong Madiun

8. Perempatan Krandegan Dolopo

9. Perempatan Budug Sawahan

10. Perempatan Pandean Mejayan

11. Perempatan Pasar Sayur Mejayan

12. Pertigaan Singo Lodro Pengadaan Guardrail sebanyak 24 beam yang dipasang di Ruas jalan Ds. Sumberbendo Saradan.

Untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja diatas, pada tahun 2015 Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun melaksanakan beberapa kegiatan dengan hasil sebagai berikut :

1. Pemeliharaan Traffic Light sejumlah 12 unit dan Warning Light sejumlah 43 unit yang tersebar di seluruh ruas jalan di Wilayah Kabupaten Madiun.

2. Pelaksanaan Kajian evaluasi kinerja ruas jalan dan Kajian evaluasi kinerja Parkir.

3. Pelaksanaan PAM lalu lintas di beberapa titik rawan laka di setiap pagi hari dan PAM hari raya.

4. Pengadaan Traffic Cone sebanyak 180 buah yang diperbantukan kepada sekolah-sekolah di Wilayah Kabupaten Madiun.

5. Pengadaan Paku Jalan sebanyak 140 buah yang dipasang di sepanjang ruas jalan depan Puspem Mejayan. 

Dukungan anggaran pengadaan sarana prasarana perhubungan, baik dari APBD maupun APBN. Bantuan sarana prasarana perhubungan dari Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur.  Kesadaran masyarakat untuk ikut memelihara sarana prasarana yang ada, yaitu dengan tidak merusak dan mengambil rambu yang telah terpasang.  Kondisi geografis Kabupaten Madiun yang sangat luas sehingga membutuhkan sarana prasarana perhubungan yang lebih banyak, terutama rambu dan marka jalan. Hal ini juga dapat melemahkan pengawasan dan pengelolaan sarana prasarana yang ada.  Data base sarana prasarana yang belum terinventarisir dengan baik sehingga mengurangi efisiensi dan efektifitas perencanaan dan pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan.  Memanfaatkan peluang anggaran yang ada di APBD Provinsi dan APBN secara optimal untuk mendukung pengadaan sarana prasarana di Wilayah Kabupaten Madiun.  Menginventarisir kebutuhan sarana prasarana melalui forum Musrenbang yang diselenggarakan setiap tahunnya.  Koordinasi dengan instansi terkait untuk pengadaan sarana prasarana perhubungan yang bisa diadakan oleh SKPD di lingkup Pemda Madiun.  Memanfaatkan CSR yang diberikan oleh pihak swasta yang berada di Wilayah Kabupaten Madiun. Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2013 Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Target Akhir RPJMD (2018) Capaian s/d 2015 thd 2018 (%) Target Realisasi % Realisasi Rasio ijin trayek 393.168 0,00008186 0,00009737 0,00007090 72,81 0,00007704 92,03 Jumlah arus penumpang angkutan umum ( orang ) 5.091.750 279.200 3.190.120 1.142,90 482.257 661,50 Prosentase kendaraan yang layak jalan (%) 109,75 98,75 102,01 100,26 98,29 102,02 96,34 Jumlah kecelakaan lalu lintas ( kasus ) 839 362 579 405 70 422 95,97 Jumlah uji KIR angkutan umum ( unit ) 3.722 3.820 4.205 4.266 101,45 4.798 88,91 Berdasarkan hasil pengukuran Sasaran 2 pada Tabel diatas, dapat disimpulkan semua indikator kinerja tidak tercapai. Hal ini dapat dilihat dari realisasi indikator kinerja yang tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Rasio Ijin Trayek Rasio ijin trayek tidak dapat tercapai target karena jumlah ijin trayek yang diperpanjang selama tahun 2015 mengalami penurunan, hal ini juga berlaku pada tahun-tahun sebelumnya. Jadi dengan berkurangnya angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Madiun, maka ijin trayek juga cenderung menurun tiap tahunnya. Prosentase Kendaraan Laik Jalan Prosentase kendaraan yang layak jalan tidak tercapai target karena jumlah kendaraan yang melaksanakan uji tidak sesuai target yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan banyak kendaraan uji yang tidak melaksanakan uji sesuai waktu yang telah ditetapkan. Dan juga kecenderungan masyarakat untuk tidak mengujikan kendaraannya dengan pertimbangan waktu dan biaya pelaksanaan uji yang jauh dari domisili kendaraan. Jumlah laka lantas. Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam 1 tahun (2015) = 405 kejadian. Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tidak tercapai target, karena jumlah kejadian pada tahun 2015 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya (2014). Hal ini tidak sesuai dengan target yang ditetapkan yang harus cenderung menurun tiap tahunnya.

Untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja diatas, pada tahun 2015 Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi melaksanakan beberapa kegiatan dengan hasil sebagai berikut :

1. Rehabilitasi/pemeliharaan alat uji di Pengujian Kendaraan Bermotor berupa servis dan kalibrasi/tera ulang alat uji, yang selanjutnya akan mendapatkan sertifikasi dari Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.

2. Sosialisasi ketertiban lalu lintas kepada pengemudi angkutan orang dan barang yang diselenggarakan 2x di tahun 2015, yaitu di Kec. Geger, Kec. Mejayan, Kec. Saradan dan Kec. Dolopo.

3. Melaksanakan kegiatan penyediaan Bus Balik Gratis bagi pemudik dari Wilayah Kabupaten Madiun yang menuju Surabaya pada saat Lebaran, yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur.

4. Pelaksanaan Operasi Gabungan sebanyak 10x di tahun 2015, bersama instansi terkait yaitu Polres Madiun dan UPT LLAJ Prov. Jawa Timur di Jiwan.

5. Penyusunan Raperda Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) di PAPBD 2015, yang berupa penyusunan Naskah Akademis Raperda ANDALALIN dan Studi Banding ke Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2016 untuk pembahasan Raperda di tingkat legislatif yang tertuang dalam Prolegda 2016.  Dukungan seluruh bidang di lingkup Dinas Perhubungan dan Infokom untuk bersama-sama berupaya meningkatkan jumlah kendaraan yang melaksanakan uji di Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor. Bidang Lalu Lintas berupaya mendukung dengan melaksanakan Operasi Gabungan dengan Polres dan UPT LLAJ Jiwan, untuk menjaring kendaraan angkutan barang yang tidak melaksanakan uji dan kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi kendaraan. Bidang Infokom mendukung dengan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tertib uji melalui Siaran Radio LPPL Puroboyo FM. Namun sampai saat ini masih belum optimal.  Penegakan hukum yang tegas terhadap segala bentuk pelanggaran lalu lintas sehingga masyarakat terbiasa untuk tertib berlalu lintas, yang dilaksanakan oleh pihak Polres setempat.  Kecenderungan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi, sehingga angkutan umum kurang berkembang.  Kondisi angkutan umum yang rata-rata sudah tua sehingga kurang nyaman dan kurang memenuhi standar pelayanan angkutan umum.  Masyarakat kurang menyadari pentingnya melaksanakan uji kendaraan, sehingga tidak melaksanakan uji sesuai ketentuan.  Kondisi geografis Kabupaten Madiun yang sangat luas, dimana Kantor PKB berada di Mejayan, sehingga masyarakat di Wilayah selatan enggan untuk mengujikan kendaraan sesuai ketentuan karena perhitungan faktor waktu dan biaya operasional untuk melakukan uji.  Tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang masih rendah sehingga banyak terjadi pelanggaran lalu lintas yang berujung pada terjadinya kecelakaan.  Minimnya sarana prasarana jalan di ruas jalan luar kota di Wilayah Kabupaten Madiun sehingga menyebabkan rawan kecelakaan.  Sosialisasi kepada para pengemudi angkutan orang untuk senantiasa mengutamakan keselamatan penumpang.  Melaksanakan penegakan peraturan lalu lintas melalui operasi ketertiban lalu lintas bersama instansi terkait.  Melakukan upaya pembenahan sistem di PKB untuk meningkatkan pelayanan uji.  Pengadaan sarana prasarana perhubungan di ruas jalan utama melalui anggaran dari APBD maupun APBN. Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2013 Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Target Akhir RPJMD (2018) Capaian s/d 2015 thd 2018 (%) Target Realisasi % Realisasi Tersedianya unit pengujian kendaraan bermotor (PKB) 1 1 1 1 100 1 100 Jumlah terminal Bis 1 1 1 1 100 1 100 Angkutan Darat 3,15 15,90 3,92 0,63 16,07 4,57 13,79 Jumlah orang / barang yang terangkut angkutan umum 373.020 5.091.750 279.200 3.190.120 1.142,90 482.257 661,50 Berdasarkan hasil pengukuran Sasaran 3 pada Tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa pencapaian target penyediaan pengujian kendaraan bermotor dan terminal tercapai target. Sedangkan Angkutan darat tidak tercapai target, dikarenakan data jumlah penumpang yang tidak valid. Hal ini karena bidang terkait tidak melaksanakan pendataan penumpang sesuai kebutuhan data dengan akurat. Selain itu kondisi Terminal Caruban yang tidak optimal sesuai ketentuan standar pelayanan terminal, yaitu tidak ada fasilitas loket peron dan ruang tunggu yang layak. Untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja diatas, pada tahun 2015 Dinas Perhubungan dan Infokom melaksanakan beberapa kegiatan dengan hasil sebagai berikut : 1. Rehabilitasi/Pemeliharaan gedung terminal, yang berupa pengadaan ruang bidang lalu lintas dan perbaikan gedung kantor induk. 2. Peningkatan pengelolaan terminal yang berupa bimbingan teknis bagi staf Dinas Perhubungan dan Infokom yang dilaksanakan di Markas 501 Jiwan. 3. Tercapaianya Pendapatan Asli daerah (PAD) sektor retribusi Terminal sebesar Rp. ............  Ketersediaan SDM pengelola terminal yang telah diatur sesuai shift untuk pelayanan pemungutan retribusi terminal.  Kompetensi SDM di bidang terminal masih kurang, sehingga dibutuhkan Diklat terkait kompetensi yang dibutuhkan.  Fasilitas Terminal Caruban yang masih jauh dari standar pelayanan minimal terminal, sehingga tidak berfungsi dengan optimal.  Mengikutsertakan SDM Dinas Perhubungan dan Infokom pada Diklat teknis yang dapat mendukung sektor perhubungan.  Melaksanakan pembenahan sarana prasarana maupun pelayanan di Terminal Caruban. Indikator Kinerja Realisasi Tahun 2013 Realisasi Tahun 2014 Tahun 2015 Target Akhir RPJMD (2018) Capaian s/d 2015 thd 2018 (%) Target Realisasi % Realisasi Pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui: Media massa radio (LPPL Puroboyo FM) Setiap hari Setiap hari Setiap hari 100 Setiap hari 100 Media baru/online (Website) Setiap hari Setiap hari Setiap hari 100 Setiap hari 100 Media tradisional pertunjukan rakyat (Ketoprak) 9x 12x 3x 25 12x 25 Media interpersonal sarasehan 12x 12x 3x 25 12x 25 Media luar ruang buletin (Warta Madiun) 24x 12x 0 0 12x 0 Pameran Expo 0 1 1 100 1 100 Pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM) Cakupan pengembangan dan pemberdayaan KIM tingkat kecamatan 100 100 100 100 100 100 Prosentase penyelesaian pengaduan (Lempung Dumas) 100 100 100 100 100 100 Berdasarkan hasil pengukuran Sasaran 4 pada Tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja Ketoprak, Sarasehan dan Warta Madiun tidak tercapai target. Ketoprak dan Sarasehan hanya tercapai 25% dari total target 100% yang harus dicapai. Pagelaran Ketoprak dilaksanakan di Ibukota Kecamatan secara bergantian sesuai dengan agenda kegiatan yang ada. Pagelaran ketoprak ini didukung oleh kelompok seniman yang tergabung dalam paguyuban ketoprak Sekar Dumilah, yang beranggotakan seniman dari Wilayah Kabupaten Madiun. Hal ini sesuai dengan konsep Bupati Madiun untuk senantiasa menaungi dan melestarikan kesenian tradisional. Untuk Sarasehan dilaksanakan sesuai dengan event hari besar nasional seperti Sumpah Pemuda, Hari Kebangkitan Nasional dst. Untuk Indikator Warta Madiun pada tahun 2015 ini tidak tercapai sama sekali, atau sebesar 0%. Warta Madiun adalah Tabloid Lokal yang berisi Berita dan Informasi kegiatan di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun. Terbit setiap bulan dalam 2 edisi. Tidak tercapainya target pada tahun 2015 ini dikarenakan perencanaan konsep kegiatan Warta Madiun yang kurang tepat. Warta Madiun diharapkan dapat menjadi Tabloid yang aktual dan komunikatif, namun belum diperoleh rumusan dan konsep penyajian yang tepat. Untuk itu pada tahun anggaran berikutnya diharapkan tidak terulang lagi. Pada tahun sebelumnya Warta Madiun diadakan sejumlah 1000 eksemplar pada tiap edisinya, dan setiap bulan ada 2 edisi selama 12 bulan.

Untuk mendukung tercapainya Indikator Kinerja diatas, pada tahun 2015 Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi melaksanakan beberapa kegiatan dengan hasil sebagai berikut :

1. Pengadaan bangunan ruang pemancar dan ruang studio LPPL Puroboyo FM.

2. Pemindahan Tower Radio.

3. Pembelian Peralatan dan perlengkapan Puroboyo FM. 

Sarana Prasarana bidang Informatika dan komunikasi yang dimiliki oleh Dinas sehingga dapat menunjang operasional kegiatan yang dilaksanakan.  Peran swasta dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat, baik media sosial maupun media elektronik dan manual lainnya.  Masih belum optimalnya kompetensi SDM di bidang Infokom sehingga mengurangi efektifitas pelaksanaan kegiatan.  Kesadaran masyarakat untuk memperoleh informasi seluas-luasnya masih belum tepat sasaran, sehingga kadang bias informasi.  Memaksimalkan SDM yang ada untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.  Sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara memperoleh informasi yang tepat dan berimbang. B. ANALISIS EFISIENSI Keberhasilan capaian indikator kinerja, tidak terlepas dari dukungan dana yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun, yang termuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), yang selanjutnya diubah dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2015. Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun di dukung oleh anggaran yang bersumber dari APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ) Kabupaten Madiun. Berikut ini alokasi anggaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun 2015 sebesar Rp. 9.147.631.335,- yang terdiri dari :

• Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 5.147.146.335,-

• Belanja Langsung sebesar Rp. 4.000.485.000,- Sedangkan Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh dari Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum ( parkir ), Retribusi PKB - Mobil Bus - Microbus (PKB), Retribusi Jasa Usaha Retribusi Terminal - Fasilitas Lainya di Lingkungan Terminal (Terminal ), Retribusi Perizinan Tertentu Retribusi Pemberian Izin Trayek kepada Orang Pribadi (izin trayek) sebesar Rp. 4.873.634.325,- Diagram 3.1 Belanja Langsung dan Tidak Langsung Tahun Anggaran 2015 Diagram 3.2 Rincian Belanja Langsung Tahun Anggaran 2015 Analisis Efisiensi disajikan dalam perbandingan antara alokasi dengan realisasi anggaran, yang ditampilkan dalam persentase realisasi. Pada tahun 2015, anggaran Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun sebesar Rp. 4.334.965.000,-, yang direalisasikan sebesar Rp. 4.252.663.050,- atau 98,10%. Adapun rincian anggaran dan realisasinya berdasarkan sasaran yang ingin dicapai Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kabupaten Madiun Tahun 2015 adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Analisis Efisiensi Dishub Infokom Kab. Madiun Tahun 2015 Sasaran Indikator Kinerja Tahun 2015 Program Efisiensi Penyerapan (%) Ket.Pencapaian Target Realisasi Capaian Anggaran Realisasi Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran yang efektif dan efisien Jumlah kebutuhan operasional kantor yang terpenuhi 12 bulan 12 bulan 100 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 889.712.500 880.206.250 98,93 Efisien Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 58.500.000 58.240.000 99,56 Efisien Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 175.000.000 169.122.700 96,64 Efisien Meningkatnya sarana d